Jumat, 28 Juni 2013

MENGAPA WARGA NU SUKA MEROKOK

Iseng waktu silaturrohim ke salah satu Kyai di Mojokerto saya nanya: "Ngapunten Yi, mengapa banyak usaha pesantren NU koq bikin pabrik rokok?" Ini jawabannya :
1. Karena NU ditakdirkan untuk merokok. Coba lihat di setiap SPBU, pasti ada tulisan Nu Smoking
2. Kami ini SUNNI jadi ya harus nyuSU geNI
3. Orang merokok itu hemat. Merokok itu nggak bikin lapar. Terus nggak usah beli obat nyamuk... (mungkin nyamuknya takut jadi perokok pasif)
4. Rokok itu bikin betah melek (kuat terjaga) coba merokok sambil tidur, kobong kabeh..
5. (Ini yang saya anggap paling ilmiah). Rokok itu membantu mempercepat sakaratul maut. (Lho koq...). Orang merokok itu paru-parunya sdh gosong jadi begitu nazak langsung klenger.
Ada-ada saja alasan ahli hisab ini.....
Satu lagi yang jadi catatan : Bilangin temen2 sampeyan jangan teriak2 rokok haram. Wong di Qur'an, hadits, ijmak, qiyas nggak ada toh.....
Biasanya kalo ada yang bilang gitu bukan 1 rokok yang saya hisap, tapi 5 dan semuanya nyala.... ha ha ha.....

TARHIB RAMADHAN SARANA MENGGAPAI OBSESI HIDUP

Biasanya peringatan keagamaan (Islam) selalu yang lakukan juga dilakukan oleh umat Islam di belahan dunia yang lain. Akan tetapi Tarhib Ramadhan mungkin hanya ada dikalangan kita. Di SIT kita, atau di lembaga-lembaga sosial kemasyarkatan lain yang kita kelola.
Ust. Yusuf Rohana bersama Ketua Yayasan Permata Mojokerto Ust. Cholid Virdaus W.

Padahal i’dad (persiapan) sama pentingnya dengan pelaksanaan. Jangan mengharapkan hasil lebih jika tidak ada persiapan.
Militer setiap hari dilatih dan ditempa dengan keras untuk menghadapi musuh. Slogan mereka lebih baik bermandikan keringat saat latihan daripada bermandikan darah saat peperangan. Tapi persiapan yang demikian disiplin belum tentu akan menghadapi perang betulan. Bahkan kadang sampai pensiun tidak pernah berhadapan dengan musuh dalam peperangan.
Masalah sekecil apapun pasti butuh yang namanya persiapan. Mau rekreasi misalnya, 3 bulan sebelum pelaksanaan biasanya sudah diworo-woro (diumumkan). Demikian pula Ramadhan. Rasululloh berkhutbah di akhir bulan Sya’ban untuk i’dad Ramadhan. Walaupun kemudian hadits tersebut dinilai lemah karena ada satu perawi yang dianggap lemah, tapi semua menyakini Rosulullah meminta kita i’dad Ramadhan 6 bulan sebelum datangnya Bulan suci Ramadhan.
Adalah benar jika ada yang mengatakan bahwa tidak semuanya butuh i’dad. Ada yang sifatnya ndadak, ujuk-ujuk, tetapi tetap saja ada waktu i’dad walau sebentar dan dengan penuh kesungguhan. Seperti yang terjadi pada salah seorang shahabat bernama Handzalah. Dan itu dikarenakan ketidak tahuannya. Dia berangkat jihad dalam keadaan masih junub, tapi karena kesungguhannya saat syahid malikat memandikannya.
Pegawai SIT Permata Mojokerto mendengarkan dengan seksama
Rasululloh ketika menghadapi para wanita yang juga ingin menjemput syahid (ikut berperang) kepada mereka (wanita-wanita itu) beliau berkata, “Sesungguhnya yang menyiapkan alat perang pahalanya sama dengan yang berangkat perang.” Ini menunjukkan betapa pentingnya i’dad. I’dad akan menentukan capaian dari target yang kita tentukan.
Sepanjang perjalanan jihad di masa nabi, tidak satupun kita temui orang yang mencapai derajat kemulyaan tanpa persiapan dan kesungguhan yang cukup. Dengan i’dad meskipun tidak berada di garda depan barisan perang, seseorang akan mendapat kemulyaan karena kesungguhannya terlihat dari persiapan yang dia lakukan.
Generasi sebelum Muhammad AlFatih sudah banyak pemimpin yang ingin membuka konstatinopel karena terobsesi dengan sabda Rasululloh, yang bisa membuka konstatinopelia adalah sebaik-baiknya pemimpin dan sebaik-baiknya pasukan. Sudah berbagai macam daya dan upaya dikerahkan tapi masih juga belum menemui hasil.
Lihat bagaimana ayah sultan Mahmud (Al-Fatih) menyiapkan putranya sejak lahir. AlFatih diberi dua murobbi. Dia juga harus menguasai bahasa asing termasuk bahasa penduduk konstatinopel. Termasuk kekuatan ruhiyah yang luar biasa. Maka setelah Masjid Aya Shofiyah dikuasai yang menjadi Imam pertama disholat subuh adalah Al-Fatih karena dialah yang pertama datang ke masjid tersebut.
Ramadhan adalah panen raya tahunan. Jangan kita baru menyesal saat akhir Ramadhan dimana kita baru tersadar betapa kita telah melewatkan saat yang paling berharga. Renungkan kan apa yang bisa kita banggakn di dalam Bulan Ramadhan.
Konteknya adalah ini masa makbul tahunan. Tak ada do’a tertolak. Inilah rahasia ilmu lipat bumi. Ini adalah saat kita berkomunikasi menggapai obsesi kita. Obsesi yang tidak bisa kita jangkau. Obsesi yang butuh tangan Allah untuk mewujudkannya.
Seseorang yang sedang naik perahu di tengah laut, kemudian datang gelombang bergulung-gulung saat itu hanya satu yang dia butuhkan. Pertolongan Allah. Maka perlu sesekali kita atau anak kita dibuatkan kegiatan yang saat itu hanya butuh Allah
Hal-hal yang perlu disiapkan :
1. Mental. Seringkali sesorang mestinya dia bisa melewati sebuah tantangan, tapi dikarenakan tidak siap mental maka kemudian dia gagal.
2. Fisik. Jangan sampai puasa menjadi alasan turunnya kinerja kita. Maka persiapkan fisik kita dengan baik. Karena ini ibadah yang menguras energi.
3. Ilmu. Para pemain bola tingkat dunia masih bisa terjebak offside. Meskipun bisa jadi ini puasa kita yang ke-25 kalinya bukan jaminan kita sudah menguasai semua ilmunya.
Bisa jadi ada hal-hal baru yang kita belum pernah mendengar sebelumnya. Seperti tentang zakat mal yang seharusnya ditunaikan setelah 1 tahun jatuh nishob. Banyak orang yang karena ingin pahala berlipat ganda maka dia berzakat mal pada bulan Ramadhan. Padahal bisa jadi dia baru kaya pada bulan sya’ban.
Tidak cukup kita hanya membekali diri dengan fiqh shiyam. Perangkat-perangkat dalam ibadah puasa mengajarkan banyak hal kepada kita. Seperti contonya tentang kepedulian. Allah memberi pahala sama dengan orang yang berpuasa jika memberi buka. Jadi Tahaddu Tahabbu. Berilah hadiah maka kau akan dapatkan cinta.
Lakukan warming up dari sekarang. Jangan berandai-andai ingin khatam 2 kali di Bulan Ramadhan tapi di Bulan sya’ban 1 juz aja nggak sampai. Biasakan puasa sunah di Bulan Sya’ban sebagaimana Rasulullah juga melakukan hal itu. Karena Kalo kita tunda maka akan terus kita tunda. Ada bahkan ketika sudah masuk Ramadhan dia tunda tilawahnya nanti akan ada kesempatan iktikaf. Pdahal semakin kita tunda artinya kita sedang menumpuk beban.
Tentang penetapan 1 Ramadhan mari kita tunggu pengumuman dari hasil syuro’. Ulama-ulama kita jaman dahulu sudah punya ilmunya. Rukyatul hilal itu rumit, karena saat tanggal 1 bulan kelihatan njlirid itupun hanya muncul beberapa detikkecuali kalau derajatnya agak tinggi. Maka diperlukan ilmu. Salah satu tata tertib team pemantau hilal idep (alis mata) saja harus diperiksa apakah ada yang tanggal atau tidak, karena tanggalnya alis mata bisa seolah-olah melihat bulan.
Saya jadi teringat ulama muslim Najmitinhasab berasal dari Syiria 1200M berhasil membuat roket pertama dengan bahan bakar mesiu. Cina memang lebih dulu menemukan bubuk mesiu tapi mentok jadi kembang api. Indonesia di LAPAN kemarin melakukan ujiciba roket. Tapi karena ngelasnya kurang kuat kepalanya jebol. Sehingga roket yang seharusnya meluncur lurus jadi berputar-putar. Tehnologi kita ternyata jauh dari ilmuwan abad yang lalu, walau salah satunya karena ada dominasi asing yang tidak melarang Indonesia mengembangkn bahan bakar roket.
Ustadz/ustadzah menikmati aula baru SMPIT Permata Mojokerto
Ada pertanyaan mengapa doa saya belum terkabul padahal saya sudah memintanya tiap Bulan Ramadhan.Sesungguhnya setiap do’a yang kita panjatkan di Bulan Ramadhan pasti dikabulkan. Itu hanya soal waktu. Karena Allah lebih tahu untuk kebaikan kita. Anak saya minta uang Rp 600.000 untuk biaya rekreasi. Saya tidak bisa kasih. Kenapa? Karena saya tahu salah satu tempat tujuan dia berbahaya bagi moralnya, apalagi tanpa pendampingan guru yang bisa diharapkan. Saya akan kasih uang yang lebih banyak untuk tujuan yang lebih bermanfaat.
Kita tidak pernah tahu kapan dan dimana do’a kita akan dikabulkan. Bisa jadi Allah akan memberi jauh dari pada yang kita minta. Dan Allah tahu kapan saat yang tepat. Maka teruslah berdo’a.......
Yang terakhir tunaikan zakat. Dan jika tidak bisa jadilah amil karena al'amil zakat/shodaqoh kal ghozi fi sabilillah hatta yarji'.... (amil zakat seperti berperang di jalan Allah hingga selesai)